PWNU JATIM SOSIALISASIKAN PROGRAM BEASISWA PRESTASI KEAGAMAAN, POLTERA SIAP DUKUNG AKSES PENDIDIKAN UNTUK SANTRI BERPRESTASI

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar sosialisasi program seleksi beasiswa jalur prestasi keagamaan yang diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room KH. Wahab Hasbullah, Lantai 2, Kantor PWNU Jatim, kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Sosialisasi ini mengundang berbagai institusi pendidikan tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), serta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Politeknik Negeri Madura (Poltera) hadir sebagai salah satu peserta undangan yang menyatakan dukungan terhadap program peningkatan akses pendidikan bagi santri berprestasi.

Ketua PWNU Jatim, KH. Abdul Hakim Mahfudz, dalam arahannya menegaskan bahwa program beasiswa jalur keagamaan yang diinisiasi NU telah berjalan sejak tahun 2019. Program ini merupakan komitmen NU untuk memperkuat peran strategis dunia pesantren dan kader muda Islam dalam pembangunan bangsa. “Beasiswa ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga investasi dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) PWNU Jatim menjelaskan bahwa para calon penerima beasiswa nantinya akan menjalani proses seleksi yang difasilitasi oleh perguruan tinggi yang bekerja sama dalam program ini. PPSDM akan mendampingi proses sosialisasi dan seleksi untuk memastikan distribusi informasi yang merata.

Dalam forum tersebut, Direktur Poltera, Laily Ulfiyah, menyampaikan kesiapan Poltera dalam mendukung program tersebut. Ia menjelaskan bahwa Poltera sejak tahun 2023 telah membuka jalur beasiswa untuk penghafal Al-Qur’an (hafidz) dengan memberikan pembebasan biaya pendaftaran serta keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pembangunan Institusi (IPI).

“Untuk tahun akademik 2025, Poltera memperluas beasiswa jalur prestasi dan kepemimpinan, termasuk untuk prestasi keagamaan. Kami memberikan beasiswa penuh berupa pembebasan UKT dan IPI bagi penghafal 30 Juz, serta keringanan biaya bagi para pembina pondok pesantren yang aktif mengabdi, dan pengurus organisasi keagamaan yang berkontribusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui sinergi antara organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan tinggi ini, diharapkan semakin banyak santri dan kader muda yang berprestasi di bidang keagamaan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta menjadi agen perubahan dalam membangun bangsa berbasis nilai-nilai spiritual dan kebangsaan. (th)