Poltera Dukung Kebijakan Inklusif bagi Dosen Disabilitas melalui Monev Sertifikasi Dosen 2025 di Jakarta

JAKARTA — Dua dosen Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura (Poltera), Abdan Syakura, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Nindawi, S.Kep., M.M., turut hadir dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada Senin-Selasa (13–14/10/2025) di Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari monev kebijakan Serdos 2025 yang menitikberatkan pada penerapan prinsip keadilan dan inklusivitas, sekaligus menjadi ruang dialog langsung antara Kementerian dan perguruan tinggi serta para dosen disabilitas peserta serdos. Melalui forum ini, peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi dosen, termasuk dosen berkebutuhan khusus, dalam proses sertifikasi dan implementasi kebijakan di tingkat perguruan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, Monev ini juga melibatkan wawancara mendalam terkait dukungan institusi terhadap kesejahteraan dan pengembangan profesionalisme dosen. Poltera hadir sebagai salah satu perguruan tinggi yang proaktif mendukung dosen disabilitas untuk dapat lulus sertifikasi dosen secara adil dan proporsional, sejalan dengan komitmen kampus terhadap kebijakan pendidikan tinggi yang inklusif.

Pihak Kementerian menegaskan bahwa Sertifikasi Dosen bukan sekadar penghargaan personal, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap dedikasi dosen dan keluarganya dalam membangun mutu pendidikan nasional. Melalui kebijakan Serdos 2025, Kementerian berupaya memastikan setiap dosen memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk berkembang, tanpa terkendala kondisi fisik maupun keterbatasan lainnya.

Poltera menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendiktisaintek serta Direktorat Jenderal Penddikan Tinggi melaui Direktorat Sumber Daya atas langkah progresif dalam menghadirkan kebijakan yang adil, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan kualitas SDM pendidikan tinggi. Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi Poltera untuk terus meneguhkan komitmen sebagai kampus vokasi yang humanis, adaptif, dan berdampak. (rsa)