Perwakilan dosen Poltera menjadi bagian dari delegasi dosen Indonesia yang mengikuti program pelatihan internasional bidang robotika industri di Liming Vocational University, Tiongkok. Kegiatan yang berlangsung pada 8–17 Juni 2026 ini merupakan bagian dari program “Intelligent Manufacturing for the Future – Jointly Cultivating Craftsmanship Spirit: A Program for Developing Teaching Competence of Indonesian University Teachers in the Field of Industrial Robotics” yang diselenggarakan di bawah naungan China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA).
Selain mengikuti pelatihan dan kegiatan akademik, Ir. Akhmad Arif Kurdianto, S.ST., M.T yang merupakan Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi juga memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan pendidikan vokasi di Indonesia kepada mahasiswa dan sivitas akademika di Tiongkok. Dalam sesi presentasi dan diskusi, keduanya memaparkan profil kampus vokasi Indonesia, sistem pendidikan yang diterapkan, program-program unggulan, serta peluang kerja sama akademik dan pertukaran mahasiswa di masa mendatang.

Kegiatan tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kualitas dan potensi pendidikan vokasi Indonesia kepada mahasiswa internasional. Melalui forum tersebut, mahasiswa Tiongkok dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan pendidikan terapan di Indonesia, termasuk peran perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Pada kesempatan yang sama, Aries Alfian Prasetyo, S.Pd., M.Kom. yang juga merupakan Kepala UPA TIK menyampaikan presentasi mengenai Industrial Robotics Technology Training Program yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan School of Intelligent Manufacturing Engineering, Liming Vocational University. Presentasi tersebut menyoroti pentingnya penguasaan teknologi robotika, otomatisasi industri, dan manufaktur cerdas sebagai kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam menghadapi transformasi industri global.

Antusiasme mahasiswa dan dosen peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait sistem pendidikan vokasi di Indonesia, peluang studi lanjut, hingga potensi kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi. Interaksi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara institusi pendidikan kedua negara.

Melalui kegiatan ini, delegasi dosen Poltera tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik dan profesional di bidang robotika industri, tetapi juga berperan sebagai duta pendidikan yang memperkenalkan kampus-kampus vokasi Indonesia di tingkat internasional. Diharapkan kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi, pengembangan teknologi industri, serta penguatan hubungan Indonesia dan Tiongkok di bidang pendidikan.

