SAMPANG – Rangkaian Wisuda XII Politeknik Negeri Madura (Poltera) pada Sabtu (19/9/2026) menghadirkan penampilan menarik dari dua atlet Wushu berprestasi, Nur Muhammad Bagaskara dan Cahaya Bintang. Keduanya tampil di Bengkel Tenaga Poltera dan memukau wisudawan serta tamu undangan melalui perpaduan gerakan Wushu yang dinamis dan atraktif.
Penampilan tersebut terasa semakin istimewa karena Bagaskara merupakan tenaga kependidikan Politeknik Negeri Madura. Ia tampil bersama adiknya, Cahaya Bintang, yang juga menekuni Wushu dan memiliki prestasi di tingkat nasional.
Bagaskara merupakan peraih medali perunggu PON XXI Aceh-Sumut 2024. Sementara itu, Cahaya Bintang berhasil meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2025.
Tenaga Kependidikan Poltera Tampil sebagai Atlet Wushu Berprestasi

Keduanya membawa kemampuan yang biasa mereka tampilkan di arena pertandingan ke tengah perayaan Wisuda XII Poltera.
Bagi Bagaskara, penampilan tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena ia dapat menggabungkan aktivitasnya sebagai tenaga kependidikan dengan kecintaannya terhadap olahraga Wushu.
“Saya senang bisa tampil di acara Wisuda XII Poltera. Selain menjadi bagian dari keluarga besar Poltera, saya juga ingin menunjukkan bahwa aktivitas dan prestasi di bidang olahraga bisa berjalan berdampingan dengan pekerjaan,” ujar Bagaskara.
Ia berharap penampilan tersebut dapat memberikan hiburan sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Poltera untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki di berbagai bidang.
Bagaskara dan Cahaya Bintang Tampilkan Jurus Wushu dengan Karakter Berbeda

Mengenakan baju Changquan, Bagaskara tampil menggunakan pedang, sedangkan Cahaya Bintang menggunakan kipas dan tongkat. Perpaduan busana dan properti tersebut membuat gerakan keduanya semakin atraktif secara visual.
Cahaya Bintang menonjolkan karakter gerakan yang lembut, mengalir, terkontrol, dan penuh keseimbangan. Ia memadukan koordinasi tubuh, pernapasan, konsentrasi, serta penghayatan terhadap setiap gerakan sehingga menghasilkan penampilan yang anggun dan dinamis.
Sementara itu, Bagaskara membawakan jurus Chang Quan dari aliran Wushu utara. Jurus ini memiliki karakter gerakan yang panjang, luas, cepat, dan dinamis serta banyak dipengaruhi gaya bela diri tradisional.
Perbedaan karakter tersebut membuat penampilan keduanya semakin menarik. Cahaya Bintang menghadirkan kelembutan dan keseimbangan, sedangkan Bagaskara menunjukkan kecepatan, ketangkasan, dan kekuatan. Penggunaan kipas, tongkat, dan pedang semakin memperkuat daya tarik pertunjukan.
Penampilan Wushu Jadi Warna Berbeda di Wisuda XII Poltera
Penampilan dua atlet tersebut mendapat perhatian dari para tamu yang hadir dalam Wisuda XII Poltera. Momen ini sekaligus menunjukkan bahwa keluarga besar Poltera memiliki talenta dan prestasi yang beragam, tidak hanya di bidang akademik dan profesional, tetapi juga olahraga.
Melalui penampilan tersebut, Wisuda XII Poltera tidak hanya menjadi perayaan atas keberhasilan 178 lulusan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan talenta dan prestasi yang dimiliki insan Poltera kepada masyarakat. (rsa)

