SAMPANG – Politeknik Negeri Madura (POLTERA) terus memperkuat kepeduliannya terhadap kesehatan mental di lingkungan kampus. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan profesional, POLTERA juga ingin memastikan civitas akademika memiliki tempat yang aman untuk bercerita dan mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pegawai sebagai Konselor Kesehatan Mental yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua psikolog dari RSJ Menur Surabaya, yaitu Mohammad Irsad, M.Psi., Psikolog, Psikolog Klinis Ahli Madya, dan Eukaristianica Theofani, M.Psi., Psikolog, Psikolog Klinis Ahli Muda.
Pelatihan diikuti oleh anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) POLTERA, dosen keperawatan, serta tenaga kependidikan yang dipersiapkan sebagai calon konselor.

Peserta dibekali penguatan kompetensi untuk memberikan pendampingan awal kepada civitas akademika yang membutuhkan. Pengembangan ini menjadi penting karena sebagian calon konselor telah memiliki dasar ilmu keperawatan, termasuk pengetahuan di bidang keperawatan jiwa, yang kemudian diperdalam melalui pelatihan bersama psikolog profesional.
Ke depan, POLTERA akan membuka layanan konseling kesehatan mental melalui PPKPT. Layanan ini diperuntukkan bagi seluruh civitas akademika, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
Artinya, ketika ada warga kampus yang sedang menghadapi masalah, merasa tertekan, mengalami kecemasan, memiliki persoalan dalam perkuliahan atau pekerjaan, maupun sekadar membutuhkan tempat untuk bercerita, tidak perlu memendamnya sendiri.
Civitas akademika dapat datang ke PPKPT untuk mendapatkan pendampingan dari konselor yang telah dipersiapkan dan mendapatkan penguatan kompetensi dari psikolog. Apabila dalam proses pendampingan ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, konselor dapat membantu mengarahkan pada layanan profesional yang sesuai.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat membangun budaya kampus yang lebih terbuka dan peduli terhadap kesehatan mental. POLTERA ingin agar meminta bantuan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus ditakuti atau dianggap sebagai tanda kelemahan.
Sebab, setiap orang bisa memiliki masa sulit. Dan ketika itu terjadi, tidak harus menghadapinya sendirian.
Pelatihan yang dilaksanakan pada 11 Agustus ini menjadi salah satu langkah awal POLTERA sebelum layanan konseling resmi dibuka. Melalui layanan tersebut, POLTERA berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung prestasi, tetapi juga memberikan ruang bagi setiap civitas akademika untuk merasa aman, didengar, dan mendapatkan bantuan ketika membutuhkannya. (th)

